Skip to main content
selamat datang tokoh dialog publik

Selamat Datang…!!! Peserta Dialog Publik Peduli Sumut di Medan

#dialogtokohpedulisumut
#garudaplazahotel
#hotelgarudaplazamedan

 

BESOK, Kamis 26 Oktober 2017, pukul 09.00 WIB DIALOG PUBLIK PEDULI SUMUT digelar. Seperti kita ketahui bersama moment ini terselenggara dalam rangka menyemarakkan perayaan HUT ke 2 Koran Top Metro.

Sejujurnya saya ‘deg deg an’. Selain baru pertama dipercaya sebagai Ketua Panitia event besar seperti ini, saya dibantu kru meramu sedemikian rupa agar acara demi acara nantinya mengalir seperti air.

Lebih kurang sebulan acara ini kita persiapkan: mulai dari tahapan meloby pihak google, youtube, facebook di Jakarta karena nantinya acara ini disiarkan secara LIVE STREAMING, mencari tempat (lokasi) strategis hingga mencetak undangan untuk para calon narasumber dan 200 orang yang duduk di bangku audiens, sekaligus mengantar undangan itu ke mereka.

Sekadar diketahui kami mendatangkan 200 orang audiens itu terdiri dari pelbagai kalangan, seperti aktivis mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi (PTS/PTN) di Kota Medan, kaum buruh, guru, petani, nelayan, pengusaha, organisasi profesi dan masih banyak lagi. Dari masing-masing undangan kita berharap bisa diwakili 3 orang. Namun diluar dugaan, banyak diantara mereka yang menginginkan dihadiri bisa lebih dari 3 orang.

 

Mengapa Kami Memilih Mereka?

Seiring waktu berjalan, muncullah nama-nama: ERRY NURADI, MARULI SIAHAAN, JR SARAGIH, EDY RAHMAYADI, MUSA RAJEKSHAH, TIFATUL SEMBIRING, ADE SANDRAWATI PURBA, SYAMSUL ARIFIN, NGOGESA SITEPU, GUS IRAWAN PASARIBU, TUANI LUMBANTOBING. Belakangan mencuat nama SYAHRIL TUMANGGOR. Namun karena sudah ‘dead line’ SYAHRIL TUMANGGOR batal diundang lantaran alamat tempat undangan yang ditujukan belum ditemukan. (Itupun kalau yang bersangkutan membaca tulisan ini boleh datang ke lokasi, besok. Kami akan dudukkan beliau di jajaran para tokoh narasumber)

Awalnya kami tidak pernah menganggap calon narasumber itu = Calon Gubernur Sumatera Utara. Semua itu berawal ketika beberapa tokoh di atas sudah menyatakan diri sebagai (Bakal) Calon Gubernur, menyatakan siap maju meramaikan kancah Pilgubsu 2018.

Beberapa orang diantara mereka menurut pengamatan kami memang terlihat peduli. Setidaknya peduli terhadap situasi dan kondisi sosial yang ada.

Nah, berangkat dari sinilah ada keinginan kami mengundang para tokoh itu.

Persoalannya: Benarkah mereka termasuk dalam kategori orang peduli? Banyak memang yang meragukan itu.

Namun inilah kami, panitia DIALOG PUBLIK PEDULI SUMUT yang dimotori Koran Top Metro bekerjasama dengan media grup www.topmetro.news mengadakan acara ini.

Sejujurnya, konsep acara ini hanya ingin memperkenalkan mereka, yakni para tokoh kepada masyarakat. Terlepas para tokoh ini nantinya berniat ikut meramaikan Pilgubsu 2018 itu persoalan lain. Intinya, di mata saya, mungkin di mata teman kru yang lain, mereka tak lebih dari sekadar tokoh.

Manakala diantara mereka ingin mendaftar sebagai bakal calon gubernur nantinya, melalui DIALOG PUBLIK PEDULI SUMUT ini kami mengajak masyarakat untuk lebih mengenal mereka secara lebih dekat. Kami hanya ingin membantu kita semua memperkenalkan mereka, siapa mereka, bagaimana konsepnya membangun Sumut ke depan dan apa solusi dari para tokoh untuk mengatasi persoalan yang ada di daerah ini.

Kalau masyarakat sudah mengenal mereka (para tokoh) ini, maka ke depan jangan ada istilah ”membeli kucing dalam karung”. Di sinilah kesempatan kita untuk mengenal lebih jauh sosok para tokoh kita. Karena sesuai pengalaman yang sudah-sudah, tingginya angka Golput (tidak memilih) disebabkan karena tidak mengenal tokoh, termasuk kecewa dengan kinerja tokoh itu sendiri.

 

Anda Takut Dijatuhkan?

Hingga H – 1, hari ini masih ada terdengar selentingan. Mohon maaf, beberapa tokoh enggan bahkan nyalinya ‘ciut’ untuk menghadiri DIALOG PUBLIK PEDULI SUMUT ini. Mereka takut ‘ditelanjangi’ audiens yang hadir, mereka khawatir bakal ‘dijatuhkan’ oleh tokoh lainnya, tak sanggup menjawab pertanyaan nitizen (warganet) manakala ada pertanyaan yang ditujukan kepadanya. Ironisnya para tokoh masih memandang ‘sebelah mata’ keberadaan Koran Top Metro yang terbilang masih seumur jagung (usia 2 tahun).

Menurut pribadi saya, jika Anda, para tokoh yang sudah diundang dalam acara ini silakan siapkan waktu Anda untuk hadir. Mari kita duduk bersama, bersama tokoh lainnya. Kita bicarakan konsep konstruktif membangun Sumut ke arah yang lebih baik.

Intinya, ini moment Anda! Para tokoh saat ini masih kami anggap sebagai tokoh yang peduli terhadap Sumut. Mari, jadikan moment ini untuk memperkenalkan diri Anda, konsep Anda, pikiran Anda kepada kami dan masyarakat luas.

Lewat ajang DIALOG PUBLIK PEDULI SUMUT ini tawarkanlah konsep membangun daerah yang kita cintai ini. Biarlah masyarakat bisa menilai Anda, maupun konsep Anda. Karena terus terang, masih banyak diantara kami (masyarakat) yang belum mengenal Anda. Kami dan masyarakat luas ingin mendengar suara Anda secara langsung!

Di depan kru, panitia maupun di meja rapat, saya tegaskan: Meski nantinya DIALOG PUBLIK PEDULI SUMUT ini hanya dihadiri 2 atau 3 orang tokoh, acara ini tetap berjalan sesuai skedul. Pukul 08.30 WIB registrasi peserta, jam 09.00 teng, acara sudah dimulai.

Syukurlah saya, mendapat dukungan dari kru, tim panitia bahwa meski dihadiri 2 atau 3 orang tokoh, acara harus dilanjutkan. Kata mereka, biarlah masyarakat melihat kursi siapa nantinya yang kosong di tempat itu. Setidaknya itu menandakan mereka peduli atau tidak.

”Masak sudah diundang, gratis, disiapkan tempat untuk memperkenalkan diri, dipromosikan lewat Live Streaming di medsos (media sosial) tapi tidak datang juga?” Begitu kira-kira pendapat mereka.

Terakhir, harapan saya, selaku Ketua Panitia DIALOG PUBLIK PEDULI SUMUT, para tokoh yang sudah diundang mari kita duduk bersama. Kita bicarakan pembangunan Sumut ke depan. Jangan dibelakang hari Anda, para tokoh mencibir, ‘marbete-bete’ (begitu kata orang Batak), membanthin, ‘mengumpat’ atau apalah istilah lainnya bilang tidak hadir karena tidak diundang.

Stop!!! Anda sudah kami undang. Undangan fisik (undangan cetak) sudah kami sebar/antar, ke rumah atau pun ke kantor. Begitupun dengan Undangan Elektronik. Anda juga sudah kami hubungi via telepon dan SMS.

Tidak itu saja, kami sudah berusaha mengundang Anda via inbox media sosial, WhatsApp maupun surel.

Jadi, kepada Anda, tokoh yang sudah bersedia hadir, secara pribadi saya ucapkan terimakasih. Salut, 2 jempol untuk Anda. Bagi tokoh lainnya yang masih ‘mikir’ untuk hadir, saya sarankan untuk memikirkannya lagi. Sampai ketemu besok di acara itu, kami ucapkan Selamat Datang. (dps)

God Bless..!!!

Medan, Rabu 25 Oktober 2017

 

Share yuk..

Pandapotan Silalahi

Melihat situasi dan menuliskan situasi itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.