Skip to main content
Ini Imbauan Ketua Panitia Dialog Publik Peduli Sumut

Ini Suka Duka Saya, Sebagai Ketua Panitia ”Dialog Publik” Tokoh Peduli Sumut

GOOD Day, Semoga Hari Kita Menyenangkan!

”Dialog Publik” bakal menghadirkan belasan Tokoh Peduli Sumut akan duduk bersama, Kamis 26 Oktober 2017 mendatang di Hotel Garuda Plaza Medan. Dalam kegiatan yang mengusung tema ”Sumutmu, Sumutku, Sumut kita” ini akan menperdengarkan secara langsung apa konsep para tokoh peduli Sumut untuk membangun daerah Sumatera Utara (Sumut) 5 tahun ke depan.

Moment yang digawangi Koran TOP METRO dan WWW.TOPMETRO.NEWS diharapkan akan menghasilkan sebuah sinergi yang dapat membangun opini masyarakat, tentang sosok tokoh yang diidam-idamkan.

Saya, Pandapotan Silalahi yang dipercaya teman-teman sebagai Ketua Panitia berharap respons positif dari masyarakat Sumut di manapun berada. Respons positif yang saya maksudkan bisa memberi berupa masukan, kritik konstruktif, pertanyaan, maupun solusi kepada para tokoh. Terlebih Dialog Publik ini nantinya akan disiarkan secara Live Streaming di Youtube dan Facebook.

Sejujurnya, berat untuk saya pribadi menerima ‘jabatan’ sebagai Ketua Panitia yang dipercayakan teman-teman. Ukuran sukses untuk sebuah acara seperti ini, tentu akan terukur dari banyaknya respons masyarakat.

Memang beberapa kali saya sudah mempromosikan acara ini di media sosial Facebook dan Instagram. Syukur, sejauh ini respons dari masyarakat umumnya positif, meski tak bisa dipungkiri, banyak juga yang berkomentar miring.

Tak sedikit nitizen yang mencibir, ajang ini terkesan hanya mencari duit. Moment ini pesanan dari salah satu tokoh (calon Gubernur Sumut). Ajang ini penuh rekayasa. Ajang ini tercipta untuk menjatuhkan salah satu calon. Ajang ini bla…bla…bla.

Saya, sebagai Ketua Panitia mengatakan dengan tegas: Ini murni Dialog Publik. Kita berangkat dari rasa prihatin kita dengan angka golput yang cukup tinggi di tiap Pilkada yang digelar di Sumut.

Saya berharap tokoh-tokoh peduli Sumut seperti: HT ERRY NURADI, ADE SANDRAWATI PURBA, SH, H SYAMSUL ARIFIN SE, MUSA RAJECKSHAH, LETJEN EDI RAHMAYADI, AKBP MARULI SIAHAAN, IR TIFATUL SEMBIRING, NGOGESA SITEPU, DR JR SARAGIH, GUS IRAWAN PASARIBU, IRJEN WISNU AMAT SASTRO maupun TUANI LUMBANTOBING dapat duduk bersama memaparkan kepada masyarakat tentang konsep menggali potensi daerah ini dalam rangkaian membangun Sumut ke depan.

Secara jujur, saya sebagai Ketua Panitia Dialog Publik ini mengakui: moment seperti ini baru pertama kalinya digelar di Sumut, menyusul Debat Publik Ahok-Djarot vs Anies Sandi yang diadakan KPU DKI Jakarta, beberapa waktu lalu. Harapan saya, mari kita jadikan event ini sebagai ajang pendewasaan diri berpolitik.

Terlepas siapa mendukung siapa, siapa memilih siapa. Karena, terus terang, banyak dari kita yang mencibir sejumlah tokoh yang akan hadir di acara ini. Umumnya mereka bilang begini: ”Itu koruptor, kenapa pede maju lagi? Akh,… bongak semua itu, Itu kenapa maju, Simalungun saja masih amburadul,” dan masih banyak lagi cibiran dari nitizen.

Kita menghargai opini para nitizen, namun bukannya saya membela mereka. Barangkali, sosok dimaksud sudah bertobat, tak ingin lagi ‘dikerangkeng’ oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lagi pula, niat seseorang untuk maju lagi, bukankah telah dijamin Undang-undang? Itu kan hak seseorang. Jadi, mari kita saling menghargai.

Secara jujur, saya khawatir jika acara ini nantinya tidak sukses, tidak mendapat respons dari masyarakat luas.

Namun diatas semua itu, sejujurnya sebagai seorang ayah dari 2 orang anak, saya justru (lebih) khawatir dengan maraknya peredaran narkoba, kasus pemerkosaan yang kian meresahkan dan persoalan mengganasnya para begal dan bandit jalanan di kota ini.

Karena siapakah saya? Sekali lagi, saya hanya dipercaya oleh teman-teman sebagai Ketua Panitia Dialog Publik Tokoh Peduli Sumut yang menghadirkan para tokoh peduli. Artinya: kalau benar-benar merasa sebagai seorang tokoh peduli, mereka pasti menghadiri acara ini. Namun jika mereka tidak hadir dalam acara ini, berarti bukan seorang tokoh peduli. Kan sederhana!

Intinya, sebagai Ketua Panitia hanya ini yang bisa saya (bersama Koran TOP METRO dan WWW.TOPMETRO.NEWS) berikan kepada masyarakat Sumut. Semoga dengan moment ini, dapat kita jadikan pelajaran untuk pendewasaan diri berpolitik.

Saya juga ‘menitip’ pesan kepada teman-teman sesama bloggers. Dengan kerendahan hati, saya berharap agar dapat membantu publikasi acara ini. Soal teknis publikasi, mungkin teman-teman blogger sudah pasti lebih tahu. Ini semata-mata untuk kebaikan masa depan Sumut dimasa mendatang. Semoga!!!(dps)

2 Oktober 2017

Share yuk..

Pandapotan Silalahi

Melihat situasi dan menuliskan situasi itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.